Sepagi ini,
kulihat ibu sudah melangkahkan kakinya menuju tempat kerjanya. Sedangkan aku,
hanya bisa diam melihatnya tanpa bisa mengantarnya hingga keluar pintu rumah.
Kaki ini terasa begitu kaku, namun ada hal yang benar-benar harus aku lakukan
untuk ibuku hari ini. Setelah kulihat lingkaran berwarna merah di kalender yang
bergantung di samping almari pakaianku.
“Bu, bisakah
saya bekerja disini sekedar mencuci piring hari ini saja.”
“Kamu? Yakin apa
kamu bisa, jalan saja masih terseok-seok.”
“Yakin bu, bisakah?
Hari ini ibu saya berulang tahun, saya ingin memberikannya hadiah kecil yang
berasal dari jerih payah saya sendiri bu.”
“Baiklah, jangan
sampai ada piring yang pecah satupun...!”
Kuselesaikan
semua pekerjaanku hari ini. Aku masih memiliki sedikit waktu untuk mencari
hadiah untuk ibuku. Kembali kulangkahkan kakiku yang kian kaku ini menelusuri
jalanan untuk dapat menemukan hadiah yang tepat untuk ibuku. Dengan uang
Rp.15.000 rupiah aku benar-benar tak boleh salah pilih. Kumencium wangi
semerbak yang berasal dari deretan parfum yang tersusun rapi di etalase.
“Yap, mungkin
ini hadiah yang tepat.”
Ibu pulang dari
tempat kerjanya dengan senyum yang selalu terukir untukku.
“Bu, selamat
ulang tahun. Maaf ya bu, Lina Cuma bisa kasih parfum ini untuk ibu. Semoga ibu
senang menerimanya.”
“Tentu nak,
terima kasih.”
“Sama-sama bu.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar