Sabtu, 19 Oktober 2013

Present To My Mother



Sepagi ini, kulihat ibu sudah melangkahkan kakinya menuju tempat kerjanya. Sedangkan aku, hanya bisa diam melihatnya tanpa bisa mengantarnya hingga keluar pintu rumah. Kaki ini terasa begitu kaku, namun ada hal yang benar-benar harus aku lakukan untuk ibuku hari ini. Setelah kulihat lingkaran berwarna merah di kalender yang bergantung di samping almari pakaianku.

“Bu, bisakah saya bekerja disini sekedar mencuci piring hari ini saja.”

“Kamu? Yakin apa kamu bisa, jalan saja masih terseok-seok.”

“Yakin bu, bisakah? Hari ini ibu saya berulang tahun, saya ingin memberikannya hadiah kecil yang berasal dari jerih payah saya sendiri bu.”

“Baiklah, jangan sampai ada piring yang pecah satupun...!”

Kuselesaikan semua pekerjaanku hari ini. Aku masih memiliki sedikit waktu untuk mencari hadiah untuk ibuku. Kembali kulangkahkan kakiku yang kian kaku ini menelusuri jalanan untuk dapat menemukan hadiah yang tepat untuk ibuku. Dengan uang Rp.15.000 rupiah aku benar-benar tak boleh salah pilih. Kumencium wangi semerbak yang berasal dari deretan parfum yang tersusun rapi di etalase.

“Yap, mungkin ini hadiah yang tepat.”

Ibu pulang dari tempat kerjanya dengan senyum yang selalu terukir untukku.

“Bu, selamat ulang tahun. Maaf ya bu, Lina Cuma bisa kasih parfum ini untuk ibu. Semoga ibu senang menerimanya.”

“Tentu nak, terima kasih.”

“Sama-sama bu.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar